Showing posts with label gpai. Show all posts
Showing posts with label gpai. Show all posts

Sunday, May 3, 2026

KKG PAI Paguyangan Gelar Best Practice Guru PAI di Era Digital

 


Paguyangan – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Sekolah Dasar Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, menggelar kegiatan bertajuk “Best Practice Guru PAI Menyongsong Kompetisi dan Tantangan Global di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei, bertempat di SDN Pagojengan 03, mulai pukul 09.30 hingga 12.30 WIB.

Acara tersebut diikuti oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat sekolah dasar se-Kecamatan Paguyangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAI dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital sekaligus mempersiapkan diri dalam berbagai ajang kompetisi.

Dalam undangan yang dikeluarkan oleh pengurus KKG PAI, kepala sekolah diminta menugaskan guru PAI untuk hadir dan berpartisipasi aktif. Adapun agenda utama kegiatan meliputi teknik pengisian Self Assessment Kompetensi GPAI serta pembahasan persiapan Lomba MAPSI Tahun 2026.

Ketua KKG PAI Kecamatan Paguyangan, Solahudin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi guru PAI untuk meningkatkan profesionalisme serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk menyusun strategi bersama dalam menghadapi lomba MAPSI tingkat berikutnya. 

Adapun Pengawas PAI, Ma'muron, M.Pd, berpesan supaya GPAI harus "melek" tehnologi. Lebih lebih sekarang ini sudah ada AI yang mampu dan mau memenuhi segala permintaan kita. Tetapi gpai tetap harus mampu memfilter dan terus meningkatkan mutu dan profesionalismenya. Sebab tehnologi juga membawa dampak negatif dan destruktif trrutama bagi moral anak anak.

Peserta diimbau membawa perangkat seperti handphone atau laptop serta memastikan akun belajar.id telah aktif guna mendukung kelancaran kegiatan. Diantara agenda pada kegiatan ini pengisian Self asesmen dati surat edaran Kanwil Kemenag Jawa Tengah terkait kompetensi pedagogik, kompetensi ptofesional dan kompetensi moderasi beragama.

Berita terkait:

Pemetaan guru PAI Jawa Tengah

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan guru PAI di Kecamatan Paguyangan semakin siap menghadapi tantangan global serta mampu memberikan pembelajaran yang inovatif dan berkualitas bagi peserta didik.






















Friday, October 31, 2025

GPAI Ikuti Kompetensi Guru Menghadapi Digitalisasi Pendidikan

 

Pelatihan Guru dengan Tema “Kompetensi Guru Menghadapi Digitalisasi Pendidikan” yang dikuti oleh lima Guru PAI Korwilcam Satpendik se-Kabupaten Brebes hari/tanggal : Jum’at, 31 Oktober 2025 waktu : Pukul 08.00 WIB tempat : Hotel Grand Dian Brebes.














Monday, June 9, 2025

Peran Guru Pendidikan Agama Islam di Era Digital

Pendahuluan

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Di tengah arus digitalisasi yang pesat, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dihadapkan pada tantangan baru sekaligus peluang besar untuk menyampaikan ajaran Islam secara lebih efektif. Era digital tidak hanya mengubah cara siswa belajar, tetapi juga cara mereka memahami dan mengakses informasi keagamaan.

Namun, di balik kemudahan akses tersebut, muncul pula tantangan berupa banyaknya informasi keagamaan yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan akidah. Di sinilah pentingnya peran guru PAI untuk menjadi penuntun, penyaring, sekaligus teladan dalam membentuk karakter generasi digital yang tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

Tantangan Pendidikan Agama Islam di Era Digital

Salah satu tantangan utama di era digital adalah membanjirnya informasi keagamaan yang tidak selalu bersumber dari ahli agama yang kompeten. Fenomena "ustaz instan" atau tokoh agama dadakan di media sosial seringkali membingungkan siswa dalam memahami ajaran Islam secara utuh dan mendalam.

Selain itu, media sosial juga mempengaruhi cara berpikir dan perilaku siswa. Konten-konten yang viral sering kali lebih menarik perhatian dibandingkan materi pelajaran formal, termasuk pelajaran PAI. Akibatnya, minat belajar agama bisa menurun jika tidak disampaikan dengan pendekatan yang kreatif dan relevan dengan dunia digital siswa saat ini.

Peluang Digital bagi Guru PAI

Meski demikian, era digital juga membawa peluang besar bagi guru PAI. Tersedianya berbagai platform pembelajaran seperti Google Classroom, Zoom, YouTube, dan aplikasi pembelajaran Islam memungkinkan guru menyampaikan materi secara menarik dan interaktif.

Banyak pula kitab-kitab klasik dan referensi keislaman kontemporer yang sudah tersedia secara daring, memudahkan guru untuk memperkaya materi ajar. Bahkan, dakwah digital melalui media sosial, podcast, atau blog menjadi sarana baru yang efektif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda.

Peran Strategis Guru PAI di Era Digital

1. Sebagai Pendidik dan Pembimbing Moral Spiritual

Guru PAI tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi inti dari ajaran Islam. Di era digital yang penuh distraksi, guru PAI harus mampu mengaitkan nilai-nilai agama dengan kehidupan sehari-hari siswa.

2. Sebagai Filter Informasi Keagamaan

Guru PAI harus membekali siswa dengan literasi digital keagamaan agar mereka mampu menyaring dan mengkritisi informasi agama yang mereka temui secara daring. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran paham-paham radikal atau sesat yang memanfaatkan ruang digital.

3. Sebagai Inovator Pembelajaran

Guru dituntut untuk kreatif dalam menyampaikan materi PAI. Penggunaan media digital seperti video interaktif, kuis daring, atau simulasi digital dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna.

4. Sebagai Teladan di Dunia Nyata dan Maya

Perilaku guru di ruang digital juga menjadi perhatian siswa. Guru PAI harus mampu menunjukkan akhlak yang baik baik secara langsung maupun melalui jejak digitalnya di media sosial.

5. Sebagai Motivator dan Konselor

Guru PAI berperan dalam mendampingi siswa menghadapi tekanan dan krisis identitas yang kerap muncul akibat pengaruh dunia digital. Peran sebagai motivator dan konselor menjadi penting agar siswa tetap percaya diri dan istiqamah dalam menjalani kehidupan beragama.

Strategi Penguatan Peran Guru PAI

Untuk mengoptimalkan peran guru PAI di era digital, beberapa strategi dapat dilakukan:

  • Peningkatan Kompetensi Digital: Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu menyelenggarakan pelatihan keterampilan digital khusus untuk guru PAI.

  • Pengembangan Kurikulum Adaptif: Kurikulum PAI harus menyesuaikan dengan realitas digital siswa agar lebih kontekstual dan aplikatif.

  • Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah: Pengawasan penggunaan teknologi perlu melibatkan semua pihak, terutama dalam membentuk karakter digital yang Islami.

  • Pemanfaatan Media Dakwah Kreatif: Guru PAI dapat mengembangkan konten dakwah yang menarik melalui video pendek, infografis, atau platform dakwah populer lainnya.

Penutup

Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai Islam di tengah arus globalisasi digital. Mereka tidak hanya mengajarkan ajaran agama, tetapi juga membimbing siswa agar mampu menyikapi perkembangan teknologi dengan bijak dan berakhlak. Untuk itu, guru PAI perlu terus meningkatkan kompetensi dan inovasi agar dapat menjalankan perannya secara optimal di era digital ini.


Daftar Pustaka

  • Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Logos, 1999.

  • Aziz, Moh. Ali. Dakwah Digital: Strategi dan Tantangan Dakwah di Era Media Baru. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2021.

  • Hidayat, Komaruddin. "Religiusitas di Era Digital." Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7, No. 1 (2020): 21–34.

  • Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud. Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kemendikbud, 2022.

  • Tafsir, Ahmad. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.


Tuesday, January 7, 2025

BERITA DUKA: BAPAK AMROJI,S.Pd.I BERPULANG KE RAMMATULLOH_06012025

Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Keluarag Besar KKG PAI Kecamatan Paguyangan berduka, guru PAI SDN Pakujati 01, Bapak Amroji, S.Pd.I, mengembuskan nafas terakhir di RSI Aminah Bumiayu pada hari Senin 6 Januari 2025 sekitar pukul 19.45 WIB. Semoga Beliau mendapat tempat yang terbaik, diampuni segala dosanya dan diterima segala amal kebaikannya oleh Alloh Swt. Amiin.





Adapun pemakaman almarhum berlangsung pada haeri Selasa 7 Januari 2025 dan dimakamkan di pemakaman umum Dukuh Pengasinan Desa Taraban Kec. Paguyangan





 


Tuesday, July 16, 2024

RAPAT KERJA TEKNIS PAI DI KANTOR KAMENAG KAB. BREBES_15JULI2024

Rapat Kerja PAI Tahun Pelajaran 2024/2025 pada Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes pada hari Senin 15 Juli 2024 bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes. Kegiatan ini merupakan program dari Seksi PAIS dalam rangka menyusun program kegiatan tahun 2024 ini. Kepala Seksi PAIS, Bapak Agung Nugroho, M.Pd, mengatakan bahwa acara raker ini digagas oleh Seksi PAIS dalam rangka untuk membahas program satu tahun kedepan pada tahun pelajaran 2024/2025. Acara raker dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kab Brebes yang diwakili oleh Kepala Subag TU Kantor Kemenag Kab Brebes, Bapak DR. H. Akrom Jangka Dausat. Adapun peserta raker adalah para pengurus harian IGPAI TK,  KKG PAI SD, MGPM SMP/SMA.SMK Kabupaten Brebes dan para Ketua KKG PAI SD Kecamatan se Kabupaten Brebes. Dalam kegiatan raker ini, setiap pengurus KKG, MGMP dan IGPAI memperesantasikan program-program selam tahun 2024.






















SURAT UNDANGAN RAPAT KERJA PAIS 15 JULI 2024